Ketua : Ir. Bobby O. P. Soepangkat, Ph. D.

Dosen yang terlibat dalam kegiatan mengajar maupun membimbing tugas akhir :

  1. Ir. A. Mulyana
  2. Ir. Bambang Pramujati, Ph. D.
  3. Ir. Sampurno, M.T.
  4. Latifah Nurahmi, S.T. (sedang tugas belajar)

Topik-topik tugas akhir :
a. Proses pemesinan konvensional dengan menggunakan mesin bubut, gurdi, freis dan gerinda:
> Optimasi keausan pahat , kekasaran permukaan, gaya-gaya potong pada proses pemesinan dengan cairan pendingin pada tekanan yang berbeda-beda dan tanpa cairan pendingin.
> Pengaruh modifikasi pahat gurdi pada keausan pahat, gaya potong, momen torsi dan daya potong.
b. Proses pemesinan konvensional dengan menggunakan mesin EDM Sinking dan Wire EDM:
> Optimasi Metal Removal Rate (MRR) atau laju pengerjaan bahan pada benda kerja dan elektroda, kekasaran permukaan, lebar pemotongan, tebal lapisan recast, waktu potong.

Mata kuliah penunjang :
Proses Manufaktur I dan II, PBT, Metalurgi, Statistik Industri, Perencanaan Eksperimen, Riset Operasional, Rekayasa Kualitas

Penelitian Tesis dan Tugas Akhir yang sedang berlangsung :
Pada saat ini ada 6 (enam) mahasiswa S2 dan 3 mahasiswa S1 yang terlibat dalam penelitian untuk tesis dibidang proses manufaktur, secara khusus berhubungan dengan:

  • Optimasi Kekasaran Permukaan, Tebal Lapisan Recast, Lebar Pemotongan dan Laju Pengerjaan Bahan pada material SKD 11 dengan proses Wire EDM.
  • Optimasi Kekasaran Permukaan, Kedalaman Potong dan Laju Pengerjaan Bahan maupun Elektrode, pada material SKD 11 dengan proses EDM Sinking.
  • Optimasi Kekasaran Permukaan dan Keausan Tepi pahat pada proses end-milling material aluminium.
  • Optimasi Kekasaran Permukaan, Gaya Potong dan Umur Pahat pada pembubutan material SKD 11.

Topik Penelitian :
Isu-isu Strategis :
Peningkatan Teknologi Proses Manufaktur agar Mampu Bersaing di Pasar Global.

Konsep Pemikiran :
Teknologi proses pemesinan merupakan kekuatan yang fundamental yang secara aktif harus dikembangkan untuk memperoleh suatu pijakan yang positif bagi semua sektor-sektor industri di Indonesia. Jenis dari bahan baku yang digunakan oleh industri manufaktur berbasis logam semakin meningkat variasinya. Teknologi proses pemesinan yang digunakan di Indonesia, khususnya proses pemotongan logam, berbasis pada proses konvensional (bubut, freis, gurdi, gerinda) dan non-konvensional (EDM, Wire EDM), dengan menggunakan mesin-mesin NC maupun CNC.

Pada saat ini data mengenai sifat mampu mesin dari logam-logam yang digunakan oleh banyak industri di Indonesia (database) masih belum mencukupi. Sifat mampu mesin dari logam biasanya di tinjau berdasarkan kemampuannya untuk membuat pahat potong yang digunakan dapat memiliki umur pakai yang relatif lama, kekasaran permukaan produk yang rendah, integritas permukaan, temperatur, sifat mekanik benda kerja setelah mengalami proses pemotongan, bentuk geram, laju pengerjaan bahan dan elektroda, serta gaya dan daya potong.

Pemecahan Masalah :
Untuk memperoleh data sifat mampu mesin dari bermacam-macam logam yang biasa digunakan oleh industri manufaktur di Indonesia (database), perlu dilakukan penelitian terhadap sifat mampu mesin dari berbagai macam logam tersebut, yang yang diproses dengan menggunakan proses konvensional maupun non-konvensional.

Topik Riset yang Diperlukan :
Berbagai macam penelitian yang berhubungan dengan optimasi umur pahat, kekasaran permukaan produk, temperatur, laju pengerjaan bahan dan elektroda, serta gaya dan daya potong pada proses pemesinan logam secara konvensional maupun non-konvensional. Optimasi multi respon dapat dilakukan dengan menggunakan metode statistik seperti metode permukaan respons, Taguchi dengan fuzzy logic dan Grey relational analysis, serta riset operasional.